Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / Forensika Digital / Issue Seputar Digital Forensics

Issue Seputar Digital Forensics

/
/
/
563 Views

Postingan kali ini akan membahas mengenai issue-issue yang terjadi dalam dunia digital forensics. Issue-issue ini dipaparkan di dalam paper berikut:

1. Paper “Calm Before the Storm: The Challenges of Cloud Computing in Digital Forensics

Pada masa sekarang ini, cloud computing banyak dijadikan pilihan oleh organisasi/perusahaan, karena sifatnya yang remote, dalam lingkungan virtual (virtualized environment), dan banyak dikelola oleh pihak ketiga (3rd parties), sehingga dapat meningkatkan fleksibiltas dan efisiensi organisasi/perusahaan.

Bagaimanapun, dengan adanya teknologi cloud cmputing ini, bukan berarti bebas dari ancaman cybercrime. Keamanan dari data pribadi dan perusahaan menjadi faktor utama yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih menggunakan teknologi cloud computing ini. Jika terjadi pelanggaran keamanan, serangan, atau pelanggaran peraturan muncul, maka diperlukan investigasi digital forensics. Namun, prinsip-prinsip, framework, praktek, dan peralatan yang digunakan dalam digital forensics saat ini adalah untuk melakukan investigasi secara offline. Dengan kata lain, pendekatan ini mengasumsikan bahwa media penyimpanan yang sedang dalam proses investigasi adalah dalam kuasa penuh dari investigator.

Melakukan investigasi di lingkungan cloud computing merupakan tantangan tersendiri karena barang bukti yang diperlukan sifatnya cepat hilang dan berada di luar kuasa penuh investigator.

  • Solusi

>> Harus ada panduan mengenai metode dan software tools yang dapat dijadikan acuan untuk mendapatkan barang bukti digital dalam lingkungan cloud computing.

>> Harus ada payung hukum yang mencakup teknologi cloud computing, penyimpanan data, dan perlindungan terhadap privasi yang perlu ditinjau ulang.

>> Harus ada komunitas digital forensics yang dapat membuat standar mekanisme untuk evaluasi framework, prosedur, dan software tools yang akan digunakan untuk investigasi dalam lingkungan cloud computing.

2. Paper “A Survey on Privacy Issues in Digital Forensics

Isu privasi selalu menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan dalam dunia komputer forensik dan keamanan. Dalam dunia digital yang mengalami perkembangan sangat pesat dari segi teknologi dan peralatan akan sangat sulit untuk melakukan perlindungan sepenuhnya terhadap data, baik dalam proses transfer, penyimpanan, maupun koleksi data. Perlu adanya titik temu antara pencarian barang bukti dan perlindungan privasi pengguna dalam proses investigasi digital forensics.

Baca Juga:  Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti di Lingkungan POLRI

  • Solusi

>> Perlindungan privasi dari sudut pandang pengguna

Pengguna harus memiliki pemahaman dan pengetahuan mengenai bagaimana teknologi membantu dalam perlindungan privasi di saat data disimpan di jaringan menggunakan tools dan service, dan jika teknologi ini telah melakukan fungsinya dengan baik. Pengguna juga harus memahami bahwa teknologi hanya dapat membantu dalam perlindungan privasi dengan ditunjang oleh faktor lain, yaitu profesionalisme dan keahlian dari aspek lain untuk perlindungan privasi yang lebih baik.

Penting juga bagi pengguna untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi situasi di mana terjadi pelanggaran privasi, dan mencari solusi terbaik yang tersedia, termasuk di dalamnya adalah investigasi forensik.

>> Perlindungan privasi dari sudut pandang investigator forensik

Framework, teknologi, model, dan tools digital forensics tidak akan berperan maksimal dalam perlindungan privasi jika tidak ada akal sehat dan profesionalisme dari investigator forensik dalam menangani data pribadi. Seperti keahlian investigator dalam menangani keamanan komputer, harus berada pada level di mana mereka mengetahui bagaimana teknologi bekerja dalam perlindungan data pribadi.

Penting bagi investigator forensik untuk mengetahui tingkat sensitivitas data yang akan mereka tangani dalam setiap proses investigasi harus memahami bahwa profesionalisme merupakan hal yang utama dalam perlindungan privasi.

>> Perlindungan privasi dari sudut pandang teknologi

Teknologi bagaikan dua sisi mata uang. Jika digunakan oleh pihak yang baik, maka akan sangat bermanfaat, namun jika digunakan oleh pihak yang jahat, maka akan sangat merugikan. Hal ini berlaku pula dalam dunia digital forensics. Penggunaan teknologi forensik harus diimbangi dengan aspek lain yang mempengaruhi digital forensics dan keamanan cyber, seperti pendidikan, kebutuhan bisnis, profesionalisme, dan kerja sama berbagai pihak untuk memastikan perlindungan privasi yang lebih baik.

  • Kesimpulan

Adanya teknologi dan framework paling mutakhir sekalipun, tidak akan menjamin perlindungan privasi yang baik jika pihak pengguna dan investigator tidak menyadari potensi dan resiko pelanggaran privasi oleh teknologi itu sendiri.

3. Paper “Digital Forensics to Intelligent Forensics

  • Disusun oleh : Alastair Irons dan Harjinder Singh Lallie
  • Tahun            : 2014
  • Sumber         : http://www.mdpi.com/1999-5903/6/3/584/pdf
  • Issue            : Teknik investigasi biasa tidak memadai dalam antisipasi banyaknya jenis cybercrime

Teknik investigasi yang ada saat ini yaitu yang dikembangkan oleh penegak hukum menjadi kurang memadai untuk menangani kebanyakan jenis investigasi kejahatan. Perkembangan cybercrime dan kompleksitas jenis cybercrime bersama dengan terbatasnya waktu dan sumber daya (segi komputasi dan manusia), menjadikan investigator lebih sulit dalam menjalankan investigasi digital forensics untuk mendapatkan hasil yang tepat waktu. Untuk melakukan manajemen investigasi cybercrime, seperti proses identifikasi, pemulihan, analisis, dan dokumentasi dengan lebih baik, perlu mempertimbangkan proses dan prosedur investigasi digital yang lebih efektif dan efisien.

Baca Juga:  Praktikum: Analisis File .PCAP

Dengan adanya perkembangan teknologi dan lingkungan yang berpotensi terjadinya cybercrime, seperti high performance computing, cloud computing, social media, dan penggunaan teknologi mobile, maka perlu adanya pertimbangan mengenai tools dan teknik yang lebih mumpuni bagi investigator digital forensics.

  • Solusi

Untuk mengantisipasi problem tersebut, maka perlu adanya peningkatan penggunaan sumber daya yang tersedia dan peningkatan kapabilitas dari software dan tools forensik. Salah satunya adalah dengan mengaplikasikan intelligence technique dalam investigasi digital forensics dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu.

Dengan mengaplikasikan prinsip dan prosedur dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence) ke digital forensics dan ke inteligence forensics, diharapkan dapat menjadi teknik yang memadai dalam menangani domain cybercrime yang lebih besar dan kompleks.

4. Paper “Digital forensics research: The next 10 years

Masa kejayaan komputer forensik yang akan segera berakhir jika tidak dibarengi dengan strategi yang jelas dalam melaksanakan penelitian. Penelitian forensik akan tertinggal jauh di belakang, tools forensik akan menjadi usang, dan penegak hukum, kalangan militer, serta pengguna produk komputer forensik yang lain tidak akan bisa bergantung lagi kepada hasil dari analisis forensik.

  • Solusi

Kebutuhan untuk membuat penelitian digital forensics lebih efisien adalah melalui penciptaan abstraksi baru untuk representasi data proses forensik. Dengan adanya perhatian terhadap kerja sama, standarisasi, dan pembangunan bersama, komunitas penelitian digital forensics dapat menurunkan biaya pengembangan dan meningkatkan kualitas dari usaha penelitian tersebut secara bersamaan.

SUMBER

  • Aminnezhad, A., Dehghantanha, A., & Abdullah, M. T. (2012). A survey on privacy issues in digital forensics. International Journal of Cyber-Security and Digital Forensics (IJCSDF), 1(4), 311-323. Retrieved from http://core.ac.uk/download/pdf/26951337.pdf
  • Garfinkel, S. L. (2010). Digital forensics research: The next 10 years. Digital Investigation, 7, 64-73. doi:10.1016/j.diin.2010.05.009
  • G. Grispos, T. Storer, and W.B. Glisson (2012). Calm Before The Storm: The Callenges of Cloud Computing in Digital Forensics. International Journal of Digital Crime and Forensics, Volume 4, Issue-2, Pages 28-48
  • Irons, A., & Lallie, H. S. (2014). Digital forensics to intelligent forensics. Future Internet, 6, 584-596. doi:10.3390/fi6030584
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *