IoT: Internet of Things

IoT ato basa kerennya Internet of Things, klo diterjemahkan ke bahasa Indonesia jadi Internet untuk Serigala.. Astaghfirullah, bukan serigala, nooong.. Segala, Segalaaaa… bukan Serigala *oiya, salah tulis.. uhuk, efek terngiang2 sinetron ganteng2 serigala* Ulangi yah..

IoT atau Internet of Things klo diterjemahkan ke bahasa Indonesia jadi “Internet untuk Segala“. Aneh ya terjemahannya, segala apa? Segala rasa? Segala ada? Ehehehe.. Terus apa dong yg cucok? Itu kan udah berlaku nasional 😀 *okelah, iyaa, iyaaa..*

Seperti biasa, mengawali perjumpaan di dalam postingan, saya kasih tau latar belakangnya dulu ya, kenapa kog ngangkat tema IoT ini. Nah, kemaren kan udah nulis perihal NFC di postingan ini, di situ disinggung kalo teknologi NFC ini punya prospek yg panjang, termasuk juga akan dipake dalam perkembangan IoT di masa sekarang dan yg akan datang. Jadi postingan kali ini semacam kelanjutan dari postingan NFC kemaren.

OK, lanjuuut.. Sebelum mengenal lebih jauh atau lebih dekat, terserah preferensi pembaca.. *kan sama aja to, jauh dekat 500 perak.. emangnya angkot jadul 😀* mengenai IoT ini, kita bahas dulu pengertiannya.

PENGERTIAN IoT

Internet of ThingsIoT merupakan teknologi yg memungkinkan perangkat pintar seperti henpon, jam tangan, peralatan rumah tangga, mobil, dll. terhubung dgn perangkat lain melalui internet sehingga dapat bertukar data dan melakukan tugas yang diberikan. Dgn booming-nya teknologi perangkat pintar ini, memungkinkan untuk diaplikasikan ke dalam bermacam2 jenis industri, seperti smart city, jaringan bisnis & infrastruktur IT, perawatan kesehatan, pendidikan, manufaktur, de-es-te de-es-te.. Banyak deh pokoknya 🙂

Untuk menyederhanakannya, IoT itu konsep yg pada dasarnya menghubungkan perangkat apa aja yg punya tombol ON & OFF ke Internet dan/atau satu perangkat ke perangkat lainnya.Mulai dari henpon, mesin pembuat kopi, mesin cuci, headphone, lampu, juga berlaku untuk komponen mesin, misalnya mesin jet dari pesawat terbang atau bor dari tempat pengeboran minyak. Jadi kalo perangkatnya itu punya tombol ON/OFF, maka dimungkinkan perangkat tsb bisa menjadi bagian dari IoT.

“Thing” dalam Internet of Things juga dapat berupa manusia dgn implan monitor jantung, hewan ternak dgn transponder biochip, mobil yg punya sensor untuk ngasi tau pengemudi kalo misal bannya dh agak2 gembos, dan masih banyak lagi objek2 alami atau buatan manusia yg bisa dikasih IP address dan dilengkapi dengan kemampuan untuk transfer data lewat jaringan.

Prediksi ke depan menurut perusahaan analis Gartner, pada tahun 2020, akan ada lebih dari 26 miliar perangkat yang bisa terhubung melalui IoT ini. Banyaknya data yg dihasilkan dari sekian banyak perangkat ini tentunya memerlukan jaringan infrastruktur IT yg kuat, untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data agar dapat ditarik kesimpulan sehingga membantu dalam membuat keputusan bisnis ato memberikan solusi cerdas kepada penggunanya.

Nah, itulah sekelumit tentang pengertian IoT. Terus kita lanjut lagi niiih.. Apa aja manfaatnya si IoT ini ya, mengingat ternyata banyak bangeeed perangkat yg bisa tersambung lewat IoT. Yuk, kita pelajarin manfaatnya..

MANFAAT IoT

  • Seamless Communication

Kalo di-bahasa Indonesia-in jadinya komunikasi yg muluuuusss… 😀 Si IoT ini mendorong komunikasi antar perangkat atau Machine-to-Machine (M2M) yg membuat komunikasi lebih efisien daripada kalo masih pake cara manual, ato misalnya komunikasi antar perangkat tapi melalui perantara manusia.

  • Saves Money & Time

IoT dapat mengotomatisasi tugas2 yg diberikan secara berulang tanpa campur tangan manusia. Jadi mirip sama task scheduler yg ada di Windows ato cron yg ada di Linux 😀 Implementasi IoT ini dapat mengoptimasi utilisasi sumber daya perangkat dan membuat sistem monitoring berjalan dgn tepat waktu, jadi kalopun sampe ada delay ato kerusakan, bisa diketahui dan diperbaiki secepatnya. Hal inilah yg disebut sebagai penghematan biaya dan waktu.

  • Better Quality of Life

IoT memiliki aplikasi yang lebih luas di masyarakat modern karena menghemat uang, waktu, dan membantu pemanfaatan sumber daya secara optimal. Nah, kesemuanya ini menawarkan kenyamanan & kemudahan bagi orang2 sehingga meningkatkan kualitas hidup.

Terus masih inget kan tadi di awal saya sebutin NFC? NFC ini juga bs digunakan dalam implementasi IoT, seperti misalnya saat melakukan transaksi pembayaran via mobile payment yg cuman “nempelin” smartphone ke alat bayar. Hal seperti inilah yg amat sangat memudahkan pengguna perangkat dalam aktivitasnya sehari2. Mengurangi kerempongan dan kepusingan, jadi bisa punya quality of life yg lebih baik .. 

CONTOH PEMANFAATAN IoT DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Tadi kan udah dibahas tuh manfaat IoT secara umum, nah sekarang apa aja sih contoh konkret dari pemanfaatan IoT dalam kehidupan sehari2?

  • Katakanlah misalnya Mr. X sedang dalam perjalanan bwt meeting. Kebetulan mobil Mr. X bisa memiliki akses ke kalender/agenda-nya si Mr. X hari itu, jadi dia bisa meng-kalkulasi rute terbaik untuk sampe ke tempat meeting. Bahkan kalo misalpun macet, si mobil bisa mengirim teks ke pihak lain yang memberitahukan bahwa Mr. X akan datang terlambat.
  • Jam alarm yg bisa disetel untuk membangunkan di pagi hari dan ngasi tau mesin pembuat kopi untuk mulai menyeduh kopi kesukaan.
  • Peralatan kantor yg dipakai tau kapan persediaannya hampir habis dan secara otomatis memesan ulang lebih banyak.
  • Perangkat yang digunakan di tempat kerja bisa ngasih tau kapan dan di mana si pengguna paling aktif dan produktif, terus membagi informasi itu dengan perangkat lain yg juga digunakan saat bekerja.

Sekeren itukah IoT? *he’emh..,, iyaaa…*

Tapi belum selese niiih.. Masih ada lagii.. Perhatikan gambar berikut, alangkah banyaknya implementasi IoT yg bisa dilakukan ya.. Dari smart parking, kontrol polusi udara, manajemen sampah, sampe deteksi pipa bocor.. 😀

Smart City Mengusung Konsep IoT

 

Pada skala yang lebih luas, IoT dapat diterapkan pada hal-hal seperti jaringan transportasi dan jg smart city yg bisa membantu mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Kan jd bisa membantu kita memahami dan memperbaiki cara kerja dan hidup kita. Iya to?

TANTANGAN IoT

Dgn begitu banyaknya contoh pemanfaatan IoT, tantangan ke depan pun tak terhindarkan…!!!  *husssh.. hepi banged..*

Berikut adalah beberapa tantangan ato isu dari adanya IoT:

  • Keamanan

Keamanan adalah isu besar bagi IoT. Kan tadi udah disebutin tuh kalo akan ada miliaran perangkat yg tersambung, lalu apa yg bisa kita lakukan untuk memastikan informasi kita tetap aman? Kan hacker bisa aja to, menembus keamanan smart car, infrastruktur kritis, dan bahkan rumah orang. Sebagai akibatnya, sekarang beberapa perusahaan teknologi fokus pada keamanan cyber untuk menjamin privasi dan keamanan semua data ini.

  • Privasi dan berbagi data

Karena semua perangkat terhubung satu sama lain melalui internet, ada banyak informasi yang tersedia di dalamnya. Pelanggaran keamanan jaringan bisa mengekspos informasi rahasia kepada pihak yg tak bertanggung jawab. Padahal itu kan privasi ya, namanya jg rahasia 😀 Oleh karena itu, perlu untuk mengamankan jaringan IoT untuk melindungi data dari akses yang tidak sah.

  • Kompatibilitas Perangkat

Saat ini tidak ada standar atau protokol universal untuk menandai dan memantau perangkat pintar yg digunakan dalam IoT. Nah, ini yg bikin masalah kompatibilitas, yaitu kalo ada orang yg beli jenis perangkat yg sama tapi dari pabrikan yang berbeda. Namun, hal ini dapat diatasi dengan mengikuti standar umum yg diberlakukan oleh si pabrikan perangkat IoT tsb. Dgn cara ini, pengguna tidak akan menghadapi masalah kompatibilitas walopun perangkatnya beda2 merk.

  • Storage (tempat penyimpanan)

Masalah bagi perusahaan adalah sejumlah besar data yang akan dihasilkan oleh semua perangkat yg terhubung. Perusahaan perlu mencari cara untuk menyimpan, melacak, menganalisis, dan memahami sejumlah besar data yang akan dihasilkan.

  • Kompleksitas

Terkait masalah storage di atas, jangan lupa kalo IoT adalah jaringan perangkat yg kompleks yg mencoba berkomunikasi satu sama lain dengan mengirimkan informasi untuk menyelesaikan tugas tertentu. Bayangkan miliaran perangkat terhubung satu sama lain dan menghasilkan jutaan gigabyte data per jam…!!!

Untuk menyimpan, mengelola, dan mengkompilasi semua data ini adalah tugas yang amaaaat sangat tidak praktis. Dan oleh karena itu dibutuhkan infrastruktur IT yang kuat. Kesalahan atau kegagalan kecil dalam sistem semacam ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi banyak pengguna. *OK noted, boss..*

Tuh, banyak juga kan tantangan, isu, ato masalah dgn adanya si IoT ini..

TERUS SEKARANG BAIKNYA GIMANA?

Percakapan tentang IoT udah berlangsung selama beberapa tahun di seluruh dunia.. Iya lhoo, seluruh dunia.. *jadi saya ikut2an, dasar follower* 😀 Terus tadi jg udah dibahas mengenai manfaat dan tantangan apa aja yg bisa timbul dari adanya IoT ini.  Jadi, untuk saat ini, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mendidik diri kita sendiri tentang apa itu IoT dan potensi dampak yg terlihat pada cara kerja dan kehidupan kita.

Dengan kemajuan teknologi, cara baru dan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan IoT ini sedang dirancang. Internet of Things adalah teknologi generasi berikutnya yang akan mengubah cara kita hidup di masa depan..

Yah, kira2 kayak gitulah cerita tentang IoT.. Sekian dulu ya pembahasan mengenai IoT. Semoga mudah dipahami walopun panjaaang.. 😀 Dan tentunya semoga bermanfaat.. 🙂

SUMBER

NFC: Teknologi Pembayaran Masa Kini

Jangan salah ya, NFC bukan Nentucky Fried Chicken lhooo.. Tapi NFC singkatan dari Near Field Communication yg sekarang2 ini banyak dipake untuk teknologi pembayaran dgn cara tap-and-go.

Tap-and-Go

Apa pula itu tap-and-go? Itu lhooo… Istilah kerennya saat ini adalah “Mobile Payment“. Pernah liat gak, ada yg bayar2 di kasir pake smartphone yg dideketin ke alat bayar yg mirip EDC (Electronic Data Capture) yg bwt gesek kartu debit itu? Yah, kira2 mirip yg ada di gambar sebelah kiri ini. *Belakangan saya gugling, nama alatnya itu bisa disebut sbg NFC POS (Point-of-Sale) Terminal..

Kog bisa ya, cuman nge-tap smartphone ke alat tsb, lgsg bisa terbayar tagihannya? Jeng jeeeeng… Jawabannya ada pada teknologi NFC ini. Nah, di postingan kali ini, saya mau mengangkat tema tentang teknologi NFC.

Android Beam dengan NFCSebenernya 2 taun lalu pas lagi rempong2-nya nyari tema bwt tesis, kepikiran jg sih bwt ngangkat tema tentang NFC ini. Tertariknya sih gara2 dulu suka dgn fitur Android phone saya yg bisa nge-beam ato transfer data semisal foto gitu, cuman dgn mendekatkan ke sesama smartphone yg support fitur NFC ini. Waktu itu blom tau kalo NFC ternyata mendasari teknologi mobile payment. Tapi, berhubung dulu itu masih belum tau mau ngeksplor NFC di sebelah mananya, jadilah tema tesis saya brubah ke Rogue Access Point. Ehehehehe,,, malah jd ngomongin tesis sih..

OK, back to topic ya..

PENGERTIAN NFC

NFC merupakan bentuk komunikasi tanpa kontak di antara perangkat seperti smartphone atau tablet. Kog tanpa kontak sih? Gimane ceritanye?

Nah, si NFC ini bisa digunakan oleh pengguna dengan cara melambaikan *apa sih bahasa yg cocok? ngondek bgt ya kesannya.. * perangkat smartphone-nya ke perangkat lain yg juga support NFC untuk mengirimkan informasi tanpa perlu terjadi sentuhan *ato apalah itu* di antara kedua perangkat tsb. NFC ini juga bisa menghindarkan dari kerempongan setting2 koneksi antar perangkat, contohnya seperti pada setting koneksi Bluetooth.

CARA KERJA NFC

NFC ini sebenernya mirip2 sama Bluetooth dan Wi-Fi. Ketiga-tiganya digunakan untuk komunikasi nirkabel (wireless) dan pertukaran data antar perangkat digital seperti smartphone. Tapi yg membedakan NFC dgn Bluetooth dan Wi-Fi adalah, NFC memanfaatkan medan radio elektromagnetik sedangkan Bluetooth dan Wi-Fi fokus kepada transmisi radionya. NFC ini juga didesain untuk digunakan antar perangkat dalam jarak dekat, sehingga antar perangkat tsb dapat melakukan komunikasi nirkabel.

NFC merupakan cabang dari RFID (Radio Frequency Identification), teknologi identifikasi melalui gelombang radio dan sudah cukup lamaaaa digunakan, contohnya untuk scanning produk di supermarket atau pengambilan bagasi pesawat. Sedangkan NFC baru diperkenalkan pada awal tahun 2000-an dan menggunakan frekuensi RFID yg spesifik di 13.56MHz untuk komunikasi jarak dekat. Sampai hari ini, penggunaan NFC yg umum adalah untuk identifikasi kartu akses di area perkantoran. Namun belakangan, NFC juga digunakan untuk melakukan “contactless” payment alias pembayaran tanpa kontak.

Agar terjadi proses contactless payment, pengguna atau orang yg mau bayar biasanya harus mendekatkan smartphone-nya dgn perkiraan jarak kurang dari 4 cm *dih, males bgt praktek bwt ngukur2 😀 * dari NFC POS Terminal-nya. Nah, teknologi NFC berperan di sini. Ngapain sih? Ya untuk memuluskan jalannya proses pembayaran, yaitu agar si smartphone dan POS Terminal-nya bisa komunikasi bolak-balik antar sesama.

Antar perangkat harus berdekatan (near) jaraknya, makanya disebut Near Field Communication.

Kan syaratnya udah tuh, dengan jarak dekat. Terus untuk cara kerjanya sendiri gmana? Jadi gini… *pasang muka serius Perangkat yg udah disebut sebelumnya, yaitu smartphone dan POST Terminal menggunakan frekuensi 13.56MHz untuk berkomunikasi dan saling bertukar informasi yg udah ter-enkrip dalam rangka menyelesaikan proses pembayaran. Dan ini dalam itungan detik aja.. Nah, di sinilah keunggulan NFC, yaitu pada tingkat kecepatannya.

Untuk memahami cara kerjanya lebih lanjut, mari kita pelajari dulu jenis perangkat NFC:

  • Passive NFC device

NFC TagContohnya adalah NFC tag, yg memiliki informasi yg dapat dibaca oleh perangkat lain tetapi tidak dapat membaca informasinya sendiri. Jadi, perangkat lain bisa membaca infonya si NFC tag, tetapi si NFC tag cuman bisa mentransmisikan informasinya ke perangkat yg authorized. Ribet ya, intinya sih cuman bisa ngirim info aja gitu..

Contohnya adalah penggunaan student ID card bwt bayar ongkos bus dgn cara tapping kartunya ke alat pembaca kartu ID. Di sini, si kartu ID berperan sebagai passive device, yg transfer info kalo si pemegang kartu adalah salah satu siswa di sekolah X. Dan nanti si alat bacanya itu tau, terus ngecas sekolah X atas ongkos bus-nya si siswa tsb. Yah, di Indo mah belom ada kali ya sekolah yg mau mbayarin ongkos transportnya siswa.. 😀

NFC tag jenis ini bisa jg disebut sebagai unpowered tag, karena dia akan terinisiasi ketika ada perangkat NFC lain yg berdekatan dgn NFC tag tsb.

  • Active NFC device

Sementara sinar surya perlahan mulai tenggelam *yg hobi lagu oldies pasti tau* itu, active device dapat membaca informasi dan mengirimkannya. Contoh active NFC device adalah smartphone. Selain bisa membaca informasi dari NFC tag, dia jg bisa bertukar informasi dengan smartphone atau perangkat NFC lain, bahkan bisa mengganti informasi di NFC tag kalau memang dia authorized untuk melakukannya.

Keren jg ya teknologi smartphone itu *hus hus,,, lagi bahas NFC, ntar NFC-nya jealous

Back to cara kerja NFC ya…

Tadi udah disebutin klo ada passive NFC device. Nah si pasif ini bisa terinisiasi kalo ada active NFC device yg berdekatan dengannya. Kalo ada smartphone sebagai active NFC device berdekatan dgn NFC tag, maka medan elektrik di sekitarnya akan menyalakan (power up) sirkuit yg ada pada NFC tag melalui proses induksi elektromagnetik.

NFC tag tidak memiliki sumber daya (listrik) sendiri, makanya dia bergantung kepada active NFC device di dekatnya agar bisa nyala (power up).

Sedangkan pada sesama active NFC device, ketika mereka berdekatan, maka cara kerjanya adalah seperti walkie talkie yg komunikasinya bergantian. Di saat yg satu mengantarkan pesan, maka yg satu lagi hanya bisa menerima.

Kembali ke contactless payment yg tadi. Contactless payment ini mendasari adanya mobile payment masa kini. Mobile payment sendiri menggunakan aplikasi dompet digital (digital wallet). Ada 3 jenis smartphone yg memiliki aplikasi dompet digital, baik yg tersedia langsung di sistem operasinya maupun tersedia melalui software donlotan, yaitu Android, iOS, dan Windows Phone. Dompet digital keluaran ketiganya ini menggunakan teknologi NFC dalam proses pembayaran antar perangkat smartphone dan POS Terminal.

KEAMANAN NFC

Kan udah tau to, cara kerjanya NFC? Nah sekarang pertanyaannya, aman apa nggak sih klo mbayar2 pake mobile payment yg mengadopsi teknologi NFC ini?

Tenaaang.. Untuk memastikan keamanan, NFC membuat saluran yang aman (secure channel) dan menggunakan enkripsi saat mengirim informasi sensitif, seperti nomor kartu kredit. Dan pengguna pun dapat lebih melindungi data pribadi mereka dengan menggunakan perangkat lunak anti virus dan menambahkan password pada smartphone. Jadi kalopun smartphone-nya ilang ato dicolong, orang yg nemu ato si pencuri itu nggak bisa make smartphone tsb.

Kartu Magnetic StripeBerbeda dengan data pada kartu gesek yg pake magnetic-stripe (gambar sebelah kanan -> datanya statis ada di belakang kartu), data yang terlibat dalam transaksi NFC dienkripsi dan pastinya dinamis atau terus berubah. Sebagai contoh, si Apple Pay (dompet digital keluaran iOS), yang menggunakan teknologi bernama tokenization untuk melindungi detail data bank.

Begini cara kerjanya..

Setelah data kartu kredit dimasukkan ke iPhone, Apple mengirimkan rinciannya ke bank atau jaringan penerbit kartu. Bank dan jaringan kemudian mengganti data rincian bank dengan serangkaian nomor yang dihasilkan secara acak (token). Nomor acak itu dikirim kembali ke Apple, yang kemudian memprogramnya ke iPhone.

Ini berarti bahwa rincian akun di smartphone tidak dapat dikloning menjadi “sesuatu yang berharga” bagi penipu. Gimana? Aman to?

MASA DEPAN NFC

Cieee cieeeeeh… Masa depaaan.. Ehemmm.. Maksudnya di sini adalah teknologi NFC ini masih punya prospek yg panjang. Gitu lhooo…

Kog bisa? Ya karena teknologi NFC dapat memulai jalannya proses software lain (contoh: dompet digital), maka NFC akan tetap kompatibel sejalan dengan berkembangnya teknologi smartphone. Aliaaaas.. bakal kepake terus.

Apalagi sekarang dimulainya era “Internet of Things” (IoT), yg akan bergantung pada NFC untuk memulai proses komunikasi sekaligus mengurangi kompleksitas ato kerempongan bagi pengguna, dan ke depannya si NFC ini diharapkan bisa untuk mengerjakan tugas2 yg lebih WOOOW..

Sekian dulu ya.. Udh kebanyakan ngelantur 😀 Tp semoga bermanfaat.. Insya Allah besok2 ada pembahasan tentang IoT gara2 udh sempet disinggung di paragraf di atas..

Hatur nuhun..

SUMBER

Blueborne Attack

Setelah di postingan kemaren ngebahas tentang teknologi Bluetooth beserta cara kerja dan jenis2 serangan terhadapnya, maka di postingan ini saya pengen mengangkat tema tentang salah satu jenis serangan terhadap Bluetooth yg bulan lalu lagi nge-hits 😀

BlueBorne namanya.. Bukan James Bond, bukan pula Jason Bourne 😀 Apaan tuh BlueBorne? Makhluk berkulit biru macam film Avatar? Bukaaan.. Bukaaaan.. 😀 BlueBorne adalah vektor serangan yg memanfaatkan vulnerability atau celah keamanan pada Bluetooth dan menyebar melalui udara (airborne).

Masih inget kan tentang cara kerja Bluetooth di postingan sebelumnya? Ada proses yg namanya pairing agar 2 device dengan Bluetooth aktif dapat terkoneksi. Nah, si BlueBorne ini nggak butuh proses pairing buat mengambil alih device dengan Bluetooth aktif. Bahkan katanya nih, device yg Bluetooth-nya aktif walopun di-hide (hidden), tetep rentan sama si BlueBorne ini. Sungguh mengerikan!

KEMAMPUAN BLUEBORNE

Si BlueBorne ini mampu ngapain aja sih kalo udh nemu sang targetnya? Beware ya.. BlueBorne ini bisa digunakan untuk tindak kejahatan berikut:

  • Mengambil alih atau kendali perangkat target
  • Mengakses data-data dan jaringan perusahaan
  • Membobol celah keamanan jaringan melalui udara
  • Menyebarkan malware ke perangkat2 yang terinfeksi yg berada dalam jangkauannya

Selain itu, BlueBorne ini bisa juga menyerang berbagai macam sistem operasi. Di antaranya adalah:

  • Android
  • Windows
  • Linux
  • iOS

Mari kita lihat kemampuan si BlueBorne ini dalam video demo yg di-release oleh Armis Lab, perusahaan yg bergerak di bidang keamanan (security) Internet of Things (IoT) yg merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus.

Berikut ini adalah video demonya..

DEMO

  • Serangan BlueBorne pada Android

Dalam video ini, penyerang mengambil alih gadget Android target, lalu mengakses kamera pada gadget tsb, mengambil foto kemudian mencuri foto yg baru diambil tsb dari gadget Android target. Perhatikan layar gadget yg menyala setelah penyerang berhasil mengambil alih gadget tsb.

  • Serangan BlueBorne pada Windows

Dalam video ini, penyerang memanfaatkan perangkat Bluetooth yg aktif namun ga tersambung ke mana2 alias Bluetooth-nya dinyalain aja gitu. Nah, si penyerang melancarkan aksinya agar si target tersambung dgn Bluetooth-nya si penyerang. Setelah itu, si penyerang me-redirect target untuk login ke web dgn alamat palsu-nya Ayu Ting Ting. Target tidak sadar kalo di-redirect ke web palsu, terus do’i login dgn mengisikan username & password-nya. Dan terbacalah itu username & password milik target oleh si penyerang >.<

  • Serangan BlueBorne pada Linux Smartwatch

Nah klo video demo yg ini melibatkan gadget berupa smartwatch yg juga konek ke speaker Bluetooth yg lagi muterin musik. Si penyerang mengambil alih smartwatch target, kemudian bisa ikut mendengarkan musik yg diputer di speaker. Udah gitu, penyerang juga me-reboot si smartwatch. Efeknya sih musiknya jd gak bisa didengerin kayak tadi, walopun speaker-nya masih muterin itu musik 😀

Setelah melihat bahayanya si BlueBorne ini melalui video demo di atas, alangkah baiknya kita sebagai pengguna perangkat, peduli dgn keamanan perangkat kita sendiri. Oleh karena itu, berikut akan dibahas cara2 mengamankan perangkat Bluetooth.

CARA MENGAMANKAN PERANGKAT BLUETOOTH

Ada beberapa hal yg dapat kita lakukan sebagai user, salah satunya adalah rajin2 meng-update patch terutama untuk security patch di bulan September 2017 yang melindungi perangkat dari serangan BlueBorne ini. Nah, hal lain yg bisa kita lakukan adalah sbb:

  • Matikan Bluetooth kalo gak dipake!

Ini nih yg sering kelupaan, kalo udh dipake Bluetooth-nya suka lupa dimatiin lagi. Bahaya! Kenapa perlu dimatiin? Ya biar aman dari orang iseng yg mau nargetin perangkat atau gadget Anda 😀 Karena sampe sekarang belom ada cara bagi penyerang untuk nyalain Bluetooth di gadget target. Kecuali mungkin kalo gadget Anda diambil tanpa Anda sadari terus dinyalain deh itu Bluetooth sama si penyerang.. *niat amat ya..

  • Pastikan pake lock screen yg aman.

Hayoo yg belum apply lock screen di gadget, sok atuh cepet dibikin. Bisa pake password, PIN, pattern, ato fingerprint. Jadi, gadget akan aman sampe Anda sendiri yg meng-unlock-nya.

  • Jangan sembarangan naro gadget!

Harap letakkan gadget di tempat yg aman, apalagi klo misal lagi di tempat umum. Taro gadget di kantong baju ato celana, di tas, ato misal taro di meja, tapi gak boleh lengah. Salah2 bisa ada yg ngambil dan menyalahgunakan gadget Anda.

  • Kalo misal layar gadget-nya lagi mati (off), terus tiba2 layarnya nyala, segera cek!

Biasanya sih yg bikin layar nyala adalah kalo ada notifikasi ato panggilan masuk. Tapiiii.. Ternyata si BlueBorne ini, ketika dia terkoneksi akan menyalakan layar gadget yg tadinya off. Cek di video demo ya.. 😉

  • Jangan sungkan untuk nanya ke vendor gadget Anda tentang update patch-nya klo emg belom ada.

Tanyakan baik2, harapannya sih biar si vendor ini tau kalo ada yg care sm produknya, dan membuat do’i segera mengeluarkan update security patch yg dinanti2 penggemar. Oiya, sekedar info, patch untuk BlueBorne ini sudah tersedia untuk Android versi 4.4 ke atas.

BONUS

Untuk tau apakah gadget Android Anda vulnerable terhadap si BlueBorne ini, silakan install dan jalankan apps BlueBorne Vulnerability Scanner dari Armis Lab di sini.

Baiklaah.. Sekian dulu info tentang si BlueBorne attack ini ya.. Stay safe and secure!!!

SUMBER

Teknologi Bluetooth

Teknologi Bluetooth tentunya sangat bermanfaat dalam komunikasi antar perangkat elektronik. Contohnya komunikasi antar handphone, handphone ke komputer, atau headset ke handphone. Dalam artikel kali ini, saya ingin mengangkat tema Bluetooth karena baru2 ini (sekitar awal September kemarin) ditemukan serangan baru terhadap Bluetooth.

Sebenernya lucu jg ya namanya Bluetooth? Kalau diterjemahin ke bahasa Indonesia berarti gigi biru. Apa hubungannya kog gigi biru bisa jadi teknologi penghubung antar perangkat? Mari kita simak penjelasannya.. 🙂

SEJARAH BLUETOOTH

Bluetooth merupakan teknologi nirkabel untuk bertukar data dalam jarak dekat. Seberapa dekat sih? Sedekat hatiku padamuuu.. Ish ish ish.. Umumnya sih sampe 100 meter, tapi Bluetooth versi baru kabarnya malah bisa mencapai jarak 2 kali lipat dgn kecepatan 4 kali lipat dari Bluetooth versi lama.

Bluetooth dikelola oleh organisasi bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG) yg beranggotakan perusahaan2 yg bergerak di bidang telekomunikasi, komputer, jaringan, dan elektronik. Nah, untuk memasarkan produk Bluetooth-nya, pabrik pembuat alat2 Bluetooth harus memenuhi standar dari Bluetooth SIG ini.

Kabel RS-232

Kenal Ericsson kan? Bukan yg mantan pelatih Lazio n Timnas Inggris itu lho.. Tapi perusahaan telekomunikasi asal Swedia. Awalnya, pada tahun 1994, si Ericsson ini kepengen gantiin teknologi kabel RS-232 (yg dianggap ribet dan gampang bundet) yg biasa dipake buat komunikasi antar instrumen/perangkat dgn teknologi nirkabel berbasis Radio Frequency (RF-based). Gak lama setelah itu, Intel dan Nokia jg kepengen agar handphone dan komputer bisa terhubung menggunakan teknologi nirkabel yg RF-based. Oleh karena pabrikan perangkat komunikasinya berbeda2 tapi pengennya tetep bisa terhubung dgn teknologi nirkabel RF-based itu, maka dibutuhkan sebuah standar dan organisasi untuk mengaturnya.

Akhirnya pada bulan Desember tahun 1996, berkumpullah si Ericsson, Intel, dan Nokia di kota Lund, Swedia untuk membahas pembentukan Special Interest Group (SIG) yg berbagi minat yg sama untuk menciptakan teknologi nirkabel RF-based yg dapat menghubungkan berbagai macam perangkat elektronik walaupun berbeda vendor. Dalam pertemuan itu, seorang engineer Intel bernama Jim Kardach mengusulkan penggunaan nama Bluetooth untuk teknologi tsb.

Logo Bluetooth

Bluetooth diambil dari nama raja Denmark, Harald Blatand. Blatand dalam bahasa Inggris disebut Bluetooth. Harald Blatand-lah yg menyatukan suku2 yg berperang di Skandinavia. Konsep Bluetooth-pun demikian, yaitu menghubungkan perangkat2 elektronik seperti handphone, komputer, headset atau perangkat lain yg mendukung teknologi nirkabel. Sedangkan logonya, merupakan gabungan dari 2 huruf inisial nama Harald Blatand dalam aksara rune (aksara Jerman kuno yg digunakan oleh Denmark), yaitu Hagall (ᚼ) dan Bjarkan (ᛒ).

Bluetooth SIG resmi dibentuk pada tahun 1998, dengan beranggotakan 5 perusahaan, yaitu Ericsson, Intel, Nokia, Toshiba, dan IBM. Setahun setelahnya, launching-lah teknologi Bluetooth versi 1. Hingga saat ini, Bluetooth telah mencapai versi 5.0 dan perangkat pertama yg menggunakan Bluetooth versi 5.0 ini adalah Samsung Galaxy S8.

CARA KERJA BLUETOOTH

  • Bluetooth bekerja dgn melakukan scanning terhadap perangkat lain yang aktif Bluetooth-nya.
  • Perangkat yg aktif Bluetooth-nya tsb akan mengirimkan informasi berupa nama perangkat dan informasi teknis lainnya.
  • Ketika dua perangkat Bluetooth terkoneksi, maka terjadilah pairing. Saat pairing inilah dua perangkat Bluetooth tsb bertukar PIN atau kunci (link key).
  • Masing2 perangkat Bluetooth ini akan menyimpan link key tsb untuk proses pairing berikutnya.

SERANGAN TERHADAP BLUETOOTH

Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi Bluetooth sangat memudahkan dalam komunikasi antar perangkat. Namun di balik kemudahannya itu terdapat bahaya yg mengancam!!! *bacanya kayak kk Fenny Rose*

Teknologi Bluetooth pun rawan serangan. Beberapa di antaranya adalah sbb:

  • Blueprint     : Footprinting (pengumpulan informasi) terhadap perangkat Bluetooth aktif.
  • Bluesnarf     : Pengambilan data dari perangkat Bluetooth aktif seperti pesan SMS, gambar/foto, dan percakapan.
  • Bluebug       : Penyerang dapat mengambil kendali terhadap perangkat Bluetooth aktif yg menjadi target.
  • Bluejack       : Penyerang mengirimkan “kartu nama” (pesan teks) yang jika pengguna mengizinkan untuk ditambahkan ke daftar kontak mereka, memungkinkan penyerang untuk terus mengirim pesan tambahan.
  • Bluesmack   : Serangan DoS (Denial of Service) terhadap perangkat Bluetooth aktif.
  • BlueBorne    : Sebuah vektor serangan di mana penyerang dapat memanfaatkan koneksi Bluetooth untuk menembus dan mengendalikan sepenuhnya perangkat Bluetooth aktif yang ditargetkan.

Nah, serangan BlueBorne atau BlueBorne attack inilah yg baru2 ini muncul. Apa dan bagaimanakah Blueborne attack tsb? Jangan lupa stay tuned di blog ini ya… 🙂

SUMBER

 

Infografis Penggunaan Smartphone di Indonesia (2014)

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman kuliah dapet tugas matkul Business Intelligence, tugasnya itu bikin mash-up data, lalu dibikin visualisasi-nya. Nah, datanya itu diperoleh dari berbagai sumber, kemudian diambil sari-sarinya *halah* dan dibuat visualisasi-nya, ya seperti visualisasi di bawah, menggunakan infografis.

Bikin infografis-nya sendiri menggunakan online tool dari venngage.com. Kenapa kog pake venngage? Ya karena lumayan lengkap tool yang tersedia, seperti chart atau grafik, icon, text, bisa upload image juga.. Saya pakai yang gratis, jadi ya memang ada batasan tool-nya.. 🙂 Seperti gak bisa pakai map atau peta, gak bisa download hasil infografis-nya, dan infografis yang dibuat maksimal hanya 5. Kalau mau lebih ya silakan upgrade ke versi Premium-nya 🙂

Lalu, untuk mengakali gambar infografis yang gak bisa di-download, saya minta tolong agan @mappesona buat capture-kan gambar infografis-nya. Oleh karena gambar infografis-nya panjang bertubi-tubi, jadi dibantu dengan software Snagit. Software yang bisa capture gambar yang panjang ampe di-scroll scroll mouse-nya 😆 *thanks agan @mappesona*

Eniwei,, ini dia hasilnyaaa… jeng jeeeeng.. 🙂

Infografis Penggunaan Smartphone di Indonesia

Penggunaan Smartphone di Indonesia - Infografis