Home / IT Lainnya / NFC: Teknologi Pembayaran Masa Kini

NFC: Teknologi Pembayaran Masa Kini

/
/
/
90 Views

Jangan salah ya, NFC bukan Nentucky Fried Chicken lhooo.. Tapi NFC singkatan dari Near Field Communication yg sekarang2 ini banyak dipake untuk teknologi pembayaran dgn cara tap-and-go.

Tap-and-Go

Apa pula itu tap-and-go? Itu lhooo… Istilah kerennya saat ini adalah “Mobile Payment“. Pernah liat gak, ada yg bayar2 di kasir pake smartphone yg dideketin ke alat bayar yg mirip EDC (Electronic Data Capture) yg bwt gesek kartu debit itu? Yah, kira2 mirip yg ada di gambar sebelah kiri ini. *Belakangan saya gugling, nama alatnya itu bisa disebut sbg NFC POS (Point-of-Sale) Terminal..

Kog bisa ya, cuman nge-tap smartphone ke alat tsb, lgsg bisa terbayar tagihannya? Jeng jeeeeng… Jawabannya ada pada teknologi NFC ini. Nah, di postingan kali ini, saya mau mengangkat tema tentang teknologi NFC.

Android Beam dengan NFCSebenernya 2 taun lalu pas lagi rempong2-nya nyari tema bwt tesis, kepikiran jg sih bwt ngangkat tema tentang NFC ini. Tertariknya sih gara2 dulu suka dgn fitur Android phone saya yg bisa nge-beam ato transfer data semisal foto gitu, cuman dgn mendekatkan ke sesama smartphone yg support fitur NFC ini. Waktu itu blom tau kalo NFC ternyata mendasari teknologi mobile payment. Tapi, berhubung dulu itu masih belum tau mau ngeksplor NFC di sebelah mananya, jadilah tema tesis saya brubah ke Rogue Access Point. Ehehehehe,,, malah jd ngomongin tesis sih..

OK, back to topic ya..

PENGERTIAN NFC

NFC merupakan bentuk komunikasi tanpa kontak di antara perangkat seperti smartphone atau tablet. Kog tanpa kontak sih? Gimane ceritanye?

Nah, si NFC ini bisa digunakan oleh pengguna dengan cara melambaikan *apa sih bahasa yg cocok? ngondek bgt ya kesannya.. * perangkat smartphone-nya ke perangkat lain yg juga support NFC untuk mengirimkan informasi tanpa perlu terjadi sentuhan *ato apalah itu* di antara kedua perangkat tsb. NFC ini juga bisa menghindarkan dari kerempongan setting2 koneksi antar perangkat, contohnya seperti pada setting koneksi Bluetooth.

CARA KERJA NFC

NFC ini sebenernya mirip2 sama Bluetooth dan Wi-Fi. Ketiga-tiganya digunakan untuk komunikasi nirkabel (wireless) dan pertukaran data antar perangkat digital seperti smartphone. Tapi yg membedakan NFC dgn Bluetooth dan Wi-Fi adalah, NFC memanfaatkan medan radio elektromagnetik sedangkan Bluetooth dan Wi-Fi fokus kepada transmisi radionya. NFC ini juga didesain untuk digunakan antar perangkat dalam jarak dekat, sehingga antar perangkat tsb dapat melakukan komunikasi nirkabel.

NFC merupakan cabang dari RFID (Radio Frequency Identification), teknologi identifikasi melalui gelombang radio dan sudah cukup lamaaaa digunakan, contohnya untuk scanning produk di supermarket atau pengambilan bagasi pesawat. Sedangkan NFC baru diperkenalkan pada awal tahun 2000-an dan menggunakan frekuensi RFID yg spesifik di 13.56MHz untuk komunikasi jarak dekat. Sampai hari ini, penggunaan NFC yg umum adalah untuk identifikasi kartu akses di area perkantoran. Namun belakangan, NFC juga digunakan untuk melakukan “contactless” payment alias pembayaran tanpa kontak.

Agar terjadi proses contactless payment, pengguna atau orang yg mau bayar biasanya harus mendekatkan smartphone-nya dgn perkiraan jarak kurang dari 4 cm *dih, males bgt praktek bwt ngukur2 :D* dari NFC POS Terminal-nya. Nah, teknologi NFC berperan di sini. Ngapain sih? Ya untuk memuluskan jalannya proses pembayaran, yaitu agar si smartphone dan POS Terminal-nya bisa komunikasi bolak-balik antar sesama.

Antar perangkat harus berdekatan (near) jaraknya, makanya disebut Near Field Communication.

Kan syaratnya udah tuh, dengan jarak dekat. Terus untuk cara kerjanya sendiri gmana? Jadi gini… *pasang muka serius Perangkat yg udah disebut sebelumnya, yaitu smartphone dan POST Terminal menggunakan frekuensi 13.56MHz untuk berkomunikasi dan saling bertukar informasi yg udah ter-enkrip dalam rangka menyelesaikan proses pembayaran. Dan ini dalam itungan detik aja.. Nah, di sinilah keunggulan NFC, yaitu pada tingkat kecepatannya.

Untuk memahami cara kerjanya lebih lanjut, mari kita pelajari dulu jenis perangkat NFC:

  • Passive NFC device

NFC TagContohnya adalah NFC tag, yg memiliki informasi yg dapat dibaca oleh perangkat lain tetapi tidak dapat membaca informasinya sendiri. Jadi, perangkat lain bisa membaca infonya si NFC tag, tetapi si NFC tag cuman bisa mentransmisikan informasinya ke perangkat yg authorized. Ribet ya, intinya sih cuman bisa ngirim info aja gitu..

Contohnya adalah penggunaan student ID card bwt bayar ongkos bus dgn cara tapping kartunya ke alat pembaca kartu ID. Di sini, si kartu ID berperan sebagai passive device, yg transfer info kalo si pemegang kartu adalah salah satu siswa di sekolah X. Dan nanti si alat bacanya itu tau, terus ngecas sekolah X atas ongkos bus-nya si siswa tsb. Yah, di Indo mah belom ada kali ya sekolah yg mau mbayarin ongkos transportnya siswa.. 😀

NFC tag jenis ini bisa jg disebut sebagai unpowered tag, karena dia akan terinisiasi ketika ada perangkat NFC lain yg berdekatan dgn NFC tag tsb.

  • Active NFC device

Sementara sinar surya perlahan mulai tenggelam *yg hobi lagu oldies pasti tau* itu, active device dapat membaca informasi dan mengirimkannya. Contoh active NFC device adalah smartphone. Selain bisa membaca informasi dari NFC tag, dia jg bisa bertukar informasi dengan smartphone atau perangkat NFC lain, bahkan bisa mengganti informasi di NFC tag kalau memang dia authorized untuk melakukannya.

Keren jg ya teknologi smartphone itu *hus hus,,, lagi bahas NFC, ntar NFC-nya jealous

Back to cara kerja NFC ya…

Tadi udah disebutin klo ada passive NFC device. Nah si pasif ini bisa terinisiasi kalo ada active NFC device yg berdekatan dengannya. Kalo ada smartphone sebagai active NFC device berdekatan dgn NFC tag, maka medan elektrik di sekitarnya akan menyalakan (power up) sirkuit yg ada pada NFC tag melalui proses induksi elektromagnetik.

NFC tag tidak memiliki sumber daya (listrik) sendiri, makanya dia bergantung kepada active NFC device di dekatnya agar bisa nyala (power up).

Sedangkan pada sesama active NFC device, ketika mereka berdekatan, maka cara kerjanya adalah seperti walkie talkie yg komunikasinya bergantian. Di saat yg satu mengantarkan pesan, maka yg satu lagi hanya bisa menerima.

Kembali ke contactless payment yg tadi. Contactless payment ini mendasari adanya mobile payment masa kini. Mobile payment sendiri menggunakan aplikasi dompet digital (digital wallet). Ada 3 jenis smartphone yg memiliki aplikasi dompet digital, baik yg tersedia langsung di sistem operasinya maupun tersedia melalui software donlotan, yaitu Android, iOS, dan Windows Phone. Dompet digital keluaran ketiganya ini menggunakan teknologi NFC dalam proses pembayaran antar perangkat smartphone dan POS Terminal.

KEAMANAN NFC

Kan udah tau to, cara kerjanya NFC? Nah sekarang pertanyaannya, aman apa nggak sih klo mbayar2 pake mobile payment yg mengadopsi teknologi NFC ini?

Tenaaang.. Untuk memastikan keamanan, NFC membuat saluran yang aman (secure channel) dan menggunakan enkripsi saat mengirim informasi sensitif, seperti nomor kartu kredit. Dan pengguna pun dapat lebih melindungi data pribadi mereka dengan menggunakan perangkat lunak anti virus dan menambahkan password pada smartphone. Jadi kalopun smartphone-nya ilang ato dicolong, orang yg nemu ato si pencuri itu nggak bisa make smartphone tsb.

Kartu Magnetic StripeBerbeda dengan data pada kartu gesek yg pake magnetic-stripe (gambar sebelah kanan -> datanya statis ada di belakang kartu), data yang terlibat dalam transaksi NFC dienkripsi dan pastinya dinamis atau terus berubah. Sebagai contoh, si Apple Pay (dompet digital keluaran iOS), yang menggunakan teknologi bernama tokenization untuk melindungi detail data bank.

Begini cara kerjanya..

Setelah data kartu kredit dimasukkan ke iPhone, Apple mengirimkan rinciannya ke bank atau jaringan penerbit kartu. Bank dan jaringan kemudian mengganti data rincian bank dengan serangkaian nomor yang dihasilkan secara acak (token). Nomor acak itu dikirim kembali ke Apple, yang kemudian memprogramnya ke iPhone.

Ini berarti bahwa rincian akun di smartphone tidak dapat dikloning menjadi “sesuatu yang berharga” bagi penipu. Gimana? Aman to?

MASA DEPAN NFC

Cieee cieeeeeh… Masa depaaan.. Ehemmm.. Maksudnya di sini adalah teknologi NFC ini masih punya prospek yg panjang. Gitu lhooo…

Kog bisa? Ya karena teknologi NFC dapat memulai jalannya proses software lain (contoh: dompet digital), maka NFC akan tetap kompatibel sejalan dengan berkembangnya teknologi smartphone. Aliaaaas.. bakal kepake terus.

Apalagi sekarang dimulainya era “Internet of Things” (IoT), yg akan bergantung pada NFC untuk memulai proses komunikasi sekaligus mengurangi kompleksitas ato kerempongan bagi pengguna, dan ke depannya si NFC ini diharapkan bisa untuk mengerjakan tugas2 yg lebih WOOOW..

Sekian dulu ya.. Udh kebanyakan ngelantur 😀 Tp semoga bermanfaat.. Insya Allah besok2 ada pembahasan tentang IoT gara2 udh sempet disinggung di paragraf di atas..

Hatur nuhun..

SUMBER

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin

1 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *